Tips Ber-Youtube-ria


Aku sering ditanya, "Bikin video youtubenya pakai apa ?", "Gimana sih caranya konsisten bikin video?" dan "Pakai kamera apa nih ?"

Pertanyaan pertama dulu deh. Kalau aku pastinya bikin video youtube pakai kamera DSLR dan software editing video yakni Adobe Premiere.



Kemudian cara konsisten, aku rasa kalau kita memang nggak suka bikin video, kita nggak bisa memaksakan. Apalagi yang mood-mood-an, meskipun semua orang kadang gitu sih. Intinya, kalau mau bikin yang  bener-bener kita juga harus mempersiapkannya dengan bener-bener. Dan pada dasanya, bikin video itu kembali ke diri masing-masing sih. Itu kembali ke kesukaan kita, lebih tepatnya hobi kali ya.


Terakhir, aku sekarang pakai kamera Canon DSLR 100D, tapi kadang juga minjem temen yang 600D atau 700D.


Aku bukan orang yang konsisten banget actually dalam membuat konten, baik Blogger ataupun Youtube. Im Moody, tapi setelah aku rasakan, ternyata hasil dari keduanya juga moody, nggak maksimal. Akhirnya skill ngedit dan nulis jadi nanggung, nggak tuntas.


Tapi, dasarnya aku memang suka nulis dan bikin video. Paling asik itu pas ngedit videonya. Kita bisa bereksperimen dengan color grading, typography, audio dan transisi disetiap video.


Untuk bikin tetap semangat ngedit biasanya aku ngelihat teman-teman youtuber yang tiap minggu upload video, semangat jadi kebakar dan langsung pingin bikin biasanya. Kalau nggak gitu cari tutorial dari channel Justin Odisho, nah untuk mengikuti tutorial itu kita butuh bahan, dari situ biasanya semangat bikin video mulai tumbuh lagi.


Kalau nulis, hampir sama sih. Biasanya aku pantengin  blog Agit Wisnu dan Sophia Mega (Mega), apa nih yang baru dari mereka, lalu jadi ada dorongan untuk menulis. Menulis di blog memang hiburan tersendiri buatku, media belajar untuk nulis rutin.


Banyak cingcong ya Mirza.. wkwk.


Baiklah, sesuai judul, kita akan belajar gimana sih bikin video youtube yang bisa rutin seperti Agung Hapsah, Chandraliow dan mungkin Casey Neistat.


FYI : Ini semua dari pengalaman pribadi dan beberapa teori dari kelas ilmu komunikasi.




 Suka



Seperti yang aku bilang tadi, kalau bikin video itu kembali sama kesukaan dan minat kita, sebenernya. Dengan suka, akhirnya kita enjoy untuk ngejalani dan rutin serta munculnya ide-ide akan ngikuti di belakang. Kalau diawal aja minat nggak ada, nantinya bakal kepaksa. Nggak nyaman menjalani. Tapi, ada tapi nih, kepaksan itu juga lama-lama bisa menimbulkan suka. Gini, paling nggak kamu punya rasa dikit aja ingin mendokumentasikan hobi yang kamu suka. Dengan modal sedikit tadi, kamu bisa belajar mencintai dengan pelan-pelan. eaaak !



Siapa



Kamu harus tau, siapa yang bakal nonton kamu nanti. Misal nih, kita mau bikin acara tentang masak, paling nggak nanti yang nonton ibu-ibu yang hobi memasak. Lebih bagusnya lagi kamu kongkritkan siapa yang bakal jadi penonton kamu. Karena sayang banget kalau salah bidik. Kamu udah susah-susah bikin ternyata kamu salah sasaran. Begitu.



Konten



Disini, kita mulai mikirin tentang konten. Konten apa yang kira-kira akan kamu buat. Bisa dimulai dengan hobi yang kamu suka. Mungkin bola, bersepeda, make up, main piano atau main hati uuuu.. Nah dengan hal yang kamu suka kamu bakal banyak dapat ide dan lebih mudah dalam membuat suatu konten. Setelah terbiasa, kamu coba belajar membuat konten berdasarkan hal-hal yang kamu resahkan, misal tayangan tivi yang nggak mendidik blass, suburnya hoax atau apapun. Ini bisa dimulai dari hal yang kamu resahkan di lingkungan sekitarmu. Nah, jangan lupa ! Catat semuanya ! Coba biasakan bawa buku catatan kecil kemana-mana, supaya pas kamu dapat ide di jalan kamu bisa langsung menuliskannya disana atau kamu bisa catet di note HP. Kalau nunggu di rumah nyatetnya keburu lupa, biasanya.



Periode



Setelah kamu punya rencana yang matang terkait konten, baru kamu mulai beranjak ke periode upload. Misal seminggu sekali, dua minggu sekali atau sebulan sekali. Kamu harus pastikan semuanya memang pas dengan waktu dan kemampuanmu dalam memproduksi video. Ada istilah Quantity or Quality di dunia per-youtube-an. Ada yang lebih suka mengupload video setiap hari atau setiap minggu, itu biasanya disebut quantity, lebih mengunggulkan jumlah yang banyak. Nggak papa sih, asal hasilnya juga imbang sama kualitasnya, berisi. Ada juga yang lebih suka quality, mereka biasanya upload lama banget, tapi sekalinya upload ngena, tranding ! Kamu boleh memilih manapun yang kamu mau, terserah. Asalkan kamu benar-benar bisa mengukur kemampuanmu sendiri.



Alat dan Semangat



Terkahir adalah alat. Sebenernya alat itu nggak begitu penting untuk dipikirikan di awal. Maksudnya nggak harus kamera bagus. Pepatah memang bener, "Man Behind The Gun" itu lebih penting. Alat bisa pakai apa saja, asal yang megang memang sip. Alat bisa nyusul. Coba kamu mulai dengan membuat video menggunakan HP, kamera pocket juga nggak papa. Alat itu wes nanti aja. Belajar terus, melatih diri terus sambil menabung untuk mendapatkan alat yang baik. Dengan kamu belajar membuat video menggunakan HP, kamu akan belajar memahami FPS (Frame Rate Persecond), Shutter Speed dan ISO. Kamu akan bisa membedakan antara hasil kamera HP dan kamera beneran kayak apa. Paling akhir dari yang terkahir, SEMANGAT ! Coba ! Keluarlah dari zona nyamanmu ! Carilah hal-hal baru diluar sana ! Yeay !

Share:

0 comments